Akselerasi Prestasi Akademik, MAN 1 Kota Gorontalo Lepas 45 Delegasi Menuju OSN-K 2026
GORONTALO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo kembali mempertegas komitmennya dalam memperluas dominasi prestasi akademik di tingkat regional. Sebanyak 45 siswa terbaik madrasah resmi dilepas untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) Gorontalo tahun 2026 yang berlangsung secara daring mulai Kamis hingga Jumat, 18–19 Juni 2026.

Pelepasan ke-45 delegasi sains tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, melalui apel pelepasan resmi yang digelar pada Kamis (18/06/2026) pagi di halaman madrasah. Seluruh peserta akan memperebutkan tiket menuju tingkat provinsi di bawah kawalan ketat para guru pembimbing sains madrasah.
Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, menegaskan bahwa keikutsertaan delegasi dalam jumlah besar ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) madrasah untuk mengeskalasi mutu lulusan dan daya saing madrasah di bidang sains murni secara nasional.
"OSN-K ini bukan sekadar lomba tahunan bagi kami, melainkan parameter sejauh mana efektivitas program pengayaan bakat akademik yang kami jalankan di madrasah. Kehadiran 45 duta sains ini adalah bukti bahwa iklim kompetisi di MAN 1 Kota Gorontalo berjalan dinamis. Kami memberikan dukungan penuh, baik sarana laboratorium komputer maupun bimbingan intensif, agar anak-anak mampu melaju hingga tingkat nasional," ujar Karjianto usai memimpin apel pelepasan.
Langkah taktis MAN 1 Kota Gorontalo dalam mendulang medali tecermin dari pengisian formasi penuh di seluruh bidang yang dilombakan. Ke-45 siswa tersebut tersebar secara merata ke dalam sembilan mata pelajaran sains yang diujikan, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Kebumian, Informatika, dan Astronomi. Setiap mata pelajaran diwakili oleh formasi maksimal sebanyak 5 siswa.

Strategi pengisian kuota penuh di setiap lini ini sengaja diterapkan oleh pihak manajemen madrasah untuk memperbesar peluang kelulusan kolektif, sekaligus melatih mental bertanding siswa di panggung kompetisi berskala makro.
Kematangan persiapan para duta sains ini diperkuat oleh peran aktif para guru pendamping yang mengawal jalannya karantina akademis di madrasah. Selama proses pembekalan, ketahanan mental siswa menjadi fokus utama di samping pendalaman materi-materi rumit.
Guru pendamping OSN MAN 1 Kota Gorontalo, Siti Nurain Arifin, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar tahun ini adalah kedalaman analisis soal, namun para siswa telah dibekali dengan strategi penyelesaian yang taktis.
"Kami melihat progres yang sangat luar biasa dari anak-anak selama bimbingan intensif dilaksanakan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga simulasi manajemen waktu saat menjawab soal-soal olimpiade yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Kami optimis ikhtiar ini akan membuahkan hasil terbaik," kata Siti Nurain Arifin.
Senada dengan hal itu, Fitri I Salilama, yang juga merupakan Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, menambahkan bahwa pihak pendamping telah mengantisipasi kesiapan non-teknis agar konsentrasi siswa tidak buyar saat ujian daring berlangsung.
"Fokus kami hari ini dan besok adalah memastikan kenyamanan anak-anak saat ujian. Selain penguasaan materi yang sudah matang, ketenangan mental dan kesiapan perangkat komputer menjadi kunci utama. Kami mohon doa dari seluruh keluarga besar madrasah agar 45 siswa ini bisa fokus, tenang, dan melesat ke tingkat provinsi," tutur Fitri.
Mengingat OSN-K tahun 2026 ini diselenggarakan secara daring, pihak madrasah juga telah melakukan sterilisasi jaringan internet dan menyiapkan infrastruktur komputer pendukung yang memadai di laboratorium komputer madrasah untuk meminimalisasi kendala teknis.


0 Comments