Buktikan Dampak Riset di Luar Kelas, Tim Robotik MAN 1 Kota Gorontalo Jadi Narasumber Eksklusif RRI
KOTA GORONTALO – Dua inovator muda dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo yang tergabung dalam Tim Robotik Organisasi Karya Ilmiah Remaja (KIR) diundang menjadi narasumber dalam program siaran interaktif "Bincang Santai" di Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo, Sabtu (11/07/2026). Kehadiran mereka di studio utama RRI ini menjadi pengakuan publik atas dedikasi madrasah dalam mencetak generasi yang fasih teknologi sekaligus peka terhadap realitas sosial.

Di hadapan pendengar radio, dua perwakilan tim robotik, Faiz Itsnain Katili dan Zhafira Tsabita Fitriani, berbagi perspektif dan pengalaman empiris mereka dalam mengarungi dinamika teknologi modern. Diskusi udara tersebut dikemas secara mendalam melalui tema yang sedang menjadi sorotan global: "AI: Teman Belajar atau Jalan Pintas?". Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, menyatakan bahwa undangan dari lembaga penyiaran publik seperti RRI ini merupakan pembuktian bahwa iklim riset yang dibangun di madrasah telah melahirkan dampak nyata yang melampaui dinding kelas.
"Kami tidak mencetak siswa untuk sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan produktif. Kehadiran Faiz dan Zhafira di RRI membuktikan bahwa pola pikir kritis anak-anak madrasah hari ini sudah berada di level pencarian solusi untuk masyarakat, bukan sekadar mencari jalan pintas akademis. Inovasi robotik dan pemikiran mereka adalah kontribusi nyata untuk lingkungan sekitar," ujar Karjianto, Senin (13/07/2026).
Sepanjang sesi bincang santai, Faiz dan Zhafira mengupas bagaimana integrasi AI dalam proyek robotik KIR MAN 1 Kota Gorontalo justru difungsikan sebagai mitra analitis untuk memecahkan masalah lingkungan, seperti efisiensi energi dan otomatisasi tepat guna untuk membantu aktivitas warga, alih-alih dijadikan alat instan yang mematikan kreativitas.
Siti Istiqamah Ngole, selaku Guru Pembina KIR MAN 1 Kota Gorontalo yang ikut mengawal jalannya siaran, menambahkan bahwa tantangan terbesar guru saat ini adalah mengarahkan besarnya potensi teknologi di tangan siswa agar tetap berbasis kemanfaatan sosial.

"Melalui wadah KIR, kami selalu menekankan bahwa teknologi robotik dan AI yang dikembangkan siswa harus memiliki dampak langsung pada masyarakat dan lingkungan sekitar. Di studio RRI tadi, anak-anak berhasil meyakinkan publik bahwa AI, jika diarahkan dengan riset yang benar, akan menjadi teman belajar yang akseleratif untuk menciptakan inovasi ramah lingkungan, bukan sebuah jalan pintas yang memanjakan," jelas Siti Istiqamah.
Kehadiran Tim Robotik MAN 1 Kota Gorontalo di udara RRI bukan sekadar seremonial bincang-bincang biasa, melainkan sebuah maklumat tegas bahwa madrasah telah menjelma menjadi motor penggerak literasi teknologi di daerah. Melalui gagasan matang yang dipaparkan Faiz dan Zhafira, institusi ini sukses mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa di tangan generasi muda yang tepat, kecerdasan buatan dan teknologi robotik tidak akan pernah menjadi jalan pintas yang mematikan nalar, melainkan menjadi mitra terbaik dalam melahirkan solusi nyata bagi kelestarian lingkungan dan kemaslahatan publik.


0 Comments