Gandeng Bank Indonesia, MAN 1 Kota Gorontalo Matangkan Strategi Wakaf Produktif
GORONTALO – Manajemen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo melakukan langkah strategis dalam pengembangan kemandirian ekonomi lembaga melalui Rapat Koordinasi Pengembangan Program Wakaf Produktif. Pertemuan krusial ini dilangsungkan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo pada Rabu (6/5/2026). Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tim Pengembang Madrasah (TPM), serta Operator BMN. Kehadiran mereka disambut oleh perwakilan BI cabang Gorontalo guna mendiskusikan implementasi tata kelola wakaf yang profesional dan berkelanjutan. Fokus utama pembahasan mencakup tiga pilar program unggulan, yakni wakaf sosial untuk renovasi masjid madrasah, serta inovasi wakaf produktif berupa pengelolaan barbershop dan depot air minum isi ulang.
Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia merupakan upaya madrasah dalam memastikan program ini berjalan sesuai dengan regulasi keuangan dan prinsip ekonomi syariah yang akuntabel. Kami tidak ingin wakaf hanya berhenti pada nilai ibadah ritual semata, tetapi harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan madrasah. Melalui program produktif seperti barbershop dan depot air ini, hasilnya dapat diputar kembali untuk membiayai kebutuhan operasional maupun membantu siswa yang kurang mampu," ujar *Karjianto*.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Kota Gorontalo, *Taufik*, menjelaskan bahwa aspek administratif dan pelaporan aset menjadi prioritas dalam pertemuan ini agar status aset wakaf tetap terjaga dan transparan. Koordinasi dengan BI sangat penting bagi kami, terutama terkait manajemen arus kas dan pengelolaan unit usaha. Kami berkomitmen untuk menerapkan sistem pelaporan yang transparan melalui operator BMN, sehingga setiap rupiah yang diwakafkan oleh civitas maupun wali murid dapat dipertanggungjawabkan kebermanfaatannya secara profesional," jelas *Taufik*.
Rapat ini diharapkan menghasilkan kesepakatan teknis mengenai skema pendampingan dari Bank Indonesia, terutama dalam hal pengembangan unit usaha mikro di lingkungan madrasah. Dengan adanya sinergi ini, MAN 1 Kota Gorontalo optimis menjadi pelopor madrasah yang mandiri secara ekonomi melalui optimalisasi instrumen wakaf produktif.


0 Comments