Perkuat Literasi Kemanusiaan, Delegasi MAN 1 Kota Gorontalo Hadiri Penguatan Kapasitas HAM Bersama M

Perkuat Literasi Kemanusiaan, Delegasi MAN 1 Kota Gorontalo Hadiri Penguatan Kapasitas HAM Bersama M

GORONTALO – Sejumlah siswa dan guru pendamping perwakilan MAN 1 Kota Gorontalo turut menjadi bagian dari 5.000 peserta dalam ajang bergengsi Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi masyarakat Provinsi Gorontalo, Rabu (01/04/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Hak Asasi Manusia RI ini dipusatkan di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Forum berskala besar ini menghadirkan Menteri HAM RI, Natalius Pigai, sebagai narasumber utama. Agenda ini turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, serta Rektor UNG, Eduart Wolok, yang bersama-sama menekankan pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM di sektor pendidikan serta komunitas pelaku usaha.

Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, menegaskan bahwa kehadiran delegasi madrasah dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini kepada para siswa.

"Kami mengapresiasi undangan dari Kementerian HAM. Kehadiran siswa kami di sini adalah upaya nyata untuk memperluas cakrawala mereka mengenai penegakan hak asasi. Sebagai madrasah unggulan, kami ingin lulusan MAN 1 Kota Gorontalo tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan empati yang tinggi terhadap hak-hak dasar manusia di lingkungan masyarakat," ujar Karjianto.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA ini memberikan kesempatan langka bagi para siswa untuk berdialog dan mendengarkan langsung arah kebijakan dari Menteri HAM. Materi yang disampaikan fokus pada partisipasi aktif masyarakat dalam pemajuan HAM, sebuah kompetensi kewarganegaraan yang sangat relevan dengan kurikulum pendidikan saat ini.

Plh. Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Yusuf Bagu, yang memantau langsung kesiapan keberangkatan delegasi, menyebutkan bahwa keikutsertaan guru pendamping juga bertujuan untuk mensinkronkan pemahaman HAM di lingkungan sekolah.

"Partisipasi ini sangat krusial. Guru pendamping yang hadir diharapkan dapat mentransfer ilmu yang didapat dari Bapak Menteri Natalius Pigai kepada rekan sejawat dan siswa lainnya di madrasah. Penting bagi civitas akademika untuk memahami bahwa penegakan HAM dimulai dari lingkungan terkecil, yakni sekolah, melalui sikap saling menghargai dan perlindungan terhadap sesama," tutur Yusuf Bagu.

Acara ini juga menjadi ajang sinergi antara akademisi, pelajar, dan pemerintah daerah. Kehadiran Gubernur Gusnar Ismail dan Rektor Eduart Wolok mempertegas komitmen kolektif Provinsi Gorontalo dalam menjadi wilayah yang ramah HAM. Bagi para siswa MAN 1 Kota Gorontalo, pengalaman mengikuti kegiatan di level kementerian ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri dan wawasan kebangsaan mereka di tengah dinamika global.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung, di mana delegasi MAN 1 Kota Gorontalo tampak aktif menyimak paparan para narasumber. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan refleksi dan penguatan karakter bagi seluruh warga madrasah dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

0 Comments

Write a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *