Salah satu Guru MAN 1 Kota Gorontalo Menghadiri Sosialisasi PMPBI
(man1kotagorontalo.sch.id) Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan sosialisasi Peningkatan Mutu Penggunaan Bahasa Indonesia pada Lembaga Pendidikan di Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel MaQna selama dua hari, yakni dimulai pada hari Jum’at sampai dengan hari Sabtu yakni tanggal 22 sampai dengan tanggal 23 April tahun 2022, diikuti oleh 20 sekolah/madrasah se-Provinsi Gorontalo.
MAN 1 Kota sendiri mengutus salah satu guru bernama Arman Ismail. Guru senior pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia itu sengaja diutus oleh madrasah karena materi sosialisasinya menyangkut penggunaan bahasa Indonesia.
Sebelum materi dimulai, seluruh peserta kegiatan diberi tes awal untuk mengetahui kemampuan masing-masing peserta. Adapun isi tes yang diberikan berkenaan dengan Undang-Undang Kebahasaan, teori kebahasaan, serta perbaikan kesalahan bahasa surat dinas.
Arman Ismail mengatakan, soal yang agak sulit dijawabnya pada tes awal itu mengenai Undang-Undang Kebahasaan. Sementara soal tentang teori kebahasaan dan perbaikan kesalahan bahasa surat dinas baginya sangat mudah.
"Di antara soal-soal yang diberikan itu, saya dan juga peserta lainnya mengalami kesulitan dalam hal Undang-Undang Kebahasaan karena soal tersebut mengandalkan hafalan. Namun untuk soal teori kebahasaan dan perbaikan kesalahan bahasa surat dinas bagi saya itu sangat mudah apalagi tentang kesalahan bahasa surat dinas, materinya memang ada di kurikulum dan saya termasuk pengajarnya, ujarnya saat kepada tim Humas MAN 1 Kota saat dikonfirmasi.
Sementara itu Kepala MAN 1 Kota Waris Masuara saat ditanya tentang peserta yang diikutkan pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah mendisposisikan surat kepada Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Humas Miswarty Ayub untuk menindaklajuti surat dari panitia dengan mengkutsertakan guru bahasa Indonesia yang ada dilingkungan MAN 1 Kota.
"Suratnya sudah saya disposisi kepada Wakamad Humas untuk ditindaklanjuti. Saya minta guru bahasa Indonesia yang diutus untuk mengikuti kegiatan tersebut," kata Waris Masuara. (AI)


0 Comments