Sinergi Berkelanjutan, MAN 1 Kota Gorontalo Kembali Terima Delegasi Mahasiswa PPL IAIN Sultan Amai
GORONTALO – Kolaborasi akademik antara MAN 1 Kota Gorontalo dan IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali berlanjut. Untuk kesekian kalinya dalam agenda tahunan yang rutin dilaksanakan, madrasah unggulan ini resmi menerima 12 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada Kamis (09/04/2026). Prosesi penerimaan yang berlangsung di Media Center tersebut menegaskan posisi MAN 1 sebagai mitra strategis dalam pengembangan calon pendidik profesional.

Tahun ini, 12 mahasiswa yang diutus berasal dari empat program studi di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, mengungkapkan bahwa kemitraan tahunan ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi di Gorontalo.
"Penerimaan mahasiswa PPL ini sudah menjadi agenda rutin hampir setiap tahunnya di MAN 1 Kota Gorontalo. Kami memandang kerja sama berkelanjutan ini sangat penting karena kami memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan 'ruang praktik' yang standar bagi calon guru. Kepercayaan IAIN Sultan Amai yang terus memilih madrasah ini sebagai lokasi praktik adalah amanah yang kami jaga dengan pendampingan guru pamong yang profesional," ujar Karjianto.
Pemilihan MAN 1 Kota Gorontalo sebagai lokasi PPL secara berulang setiap tahun menunjukkan bahwa madrasah ini dinilai sukses dalam memberikan ekosistem belajar yang ideal bagi mahasiswa. Plh. Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Yahya Polontalo, saat menerima mahasiswa secara resmi, menekankan bahwa rutinitas tahunan ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas interaksi antara mahasiswa dan siswa.
"Karena ini adalah program tahunan yang sudah mapan, kami berharap para mahasiswa tahun ini bisa lebih cepat beradaptasi. Kalian masuk ke lingkungan yang sudah terbiasa membimbing praktikan. Jadikan kesempatan ini untuk tidak hanya sekadar menggugur kewajiban kampus, tapi benar-benar menyerap budaya kerja di madrasah unggulan," tegas Yahya Polontalo.
Dari sisi kurikulum, kehadiran mahasiswa PPL setiap tahunnya selalu membawa warna baru melalui inovasi metode pengajaran yang mereka bawa dari kampus. Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Akademik, Fitri I. Salilama, menjelaskan bahwa madrasah tetap melakukan sinkronisasi agar kehadiran mahasiswa tetap selaras dengan target pencapaian kurikulum madrasah.
"Sesuai tradisi tahun-tahun sebelumnya, kami telah memetakan penempatan mahasiswa berdasarkan rumpun mata pelajaran. Kami mendorong adik-adik mahasiswa untuk berinovasi, membawa metode baru yang segar ke dalam kelas, namun tetap di bawah supervisi ketat guru pamong. Sinergi ini yang selalu membuat program PPL tahunan di MAN 1 memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak," jelas Fitri I. Salilama.
Dengan resmi dibukanya program PPL tahun 2026 ini, diharapkan 12 mahasiswa tersebut dapat meneruskan tongkat estafet kesuksesan para pendahulu mereka. Kerjasama tahunan yang harmonis antara MAN 1 Kota Gorontalo dan IAIN Sultan Amai Gorontalo ini diharapkan terus menjadi pilar utama dalam mencetak guru-guru masa depan yang kompeten di Provinsi Gorontalo.


0 Comments